RSS

Buku ini saya pinjam….

05 Apr

Beberapa saat yang lalu secara tidak serius saya membaca sebuah buku yang tergeletak begitu saja di lantai ruang BEM FKG-UH. Tanpa sadar saya telah melewatkan puluhan halaman dan pun telah melewatkan waktu bercengkrama secara serius bersama beberapa adik-adik yang juga hadir dalam ruang itu.

pagi hingga sore hari saya bercumbu dengan literatur itu. Helai demi helai kata-kata terasa sangat gurih pada pikiranku. Namun aneh aku tidak mampu menarik benang merah di setiap halaman dan bab-bab yang telah kutelanjangi. Keinginanku masih bertahan hingga akhirnya suara tawa canda yang riuh menghamburkan segala upayaku, membujuk dan sedikit memaksa kepada gelombang otakku memasuki kondisi fokus.

Aku memilih bergabung dengan mereka. Di tengah obrolan, tak henti-hentinya aku berpikir. Apa hal yang ingin disampaikan sang penulis selain ulasan teori sosial klasik hingga postmodernisme itu, Apakah sintesa baru? entahlah.

Saya selalu terinspirasi dengan bahasa seorang nara sumber pada Filsafat-Camp beberapa tahun lalu bahwa ada dua pintu memasuki pengetahuan. Pintu pertama dimasuki oleh orang-orang yang hendak memperkaya istilah. Mereka sibuk mengklarifikasi istilah dan mensistemasi semua unsur yang terkandung dalam sebuah pengetahuan. Hingga akhirnya mereka lupa satu pintu lainnya yang juga menjadi inti dan muara dari semua pengetahuan yaitu hakekat itu sendiri. Niscayanya pengetahuan mengantarkan manusia kepada puncak-puncak makrifah bukan bahkan menjadi tembok pembatas tebal antara diri (ego) nya dengan pemilik pengetahuan itu sendiri.

Sampai saat ini buku itu masih dihadapan saya. Keputusan beranjak pulang sudah bulat. Pikirku, bukankah hujan juga tak terprediksi? saya tidak ingin basah dan sakit kemudian menjadi alasan primer untuk mengabaikan agenda-agenda sekunderku.

Menjelang menulis di dinding ini saya tersadar dengan kebiasaan baikku ketika membuka sebuah literatur, menyimpang kalimat-kalimat saktinya pada file memoriku, membongkar paradigma penulisnya dan akhirnya mencari titik kritik yang membuatku bebas misuh-misuh. Sungguh buku itu menggunakan terlalu banyak istilah baru yang belum sepenuhnya kupahami dan sungguh saya masih berburu pengetahuan tentang istilah. Mungkin dia atau saya yang merayap dipintu pertama? entahlah.

“Buku ini saya pinjam” Kalimat yang telah kupersiapkan untuk hari esok…

 
Leave a comment

Posted by on April 5, 2013 in cuap-cuap

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
NUR AMAL

Just another WordPress.com site

Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam

Just another WordPress.com site

Kohati FKG Unhas

Just another WordPress.com site

KOHATI-MAKTIM

Just another WordPress.com site

Kohati Maktim

Just another WordPress.com site

E L E A N O R

Just another WordPress.com site

Rumah Ide...

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: