RSS

pengetahuan sesaat…

15 Dec

Beberapa pekan yang lalu secara sekilas menyaksikan siaran @matanajwa di @metroTV. Walau sekilas namun saya sempat menangkap pembicaraan intinya tentang dunia santet. Entah apa yang melatar belakangi pilihan topik itu, apakah ada peristiwa aktual yang berhubungan dunia santet atau hanya mebincang ulang karena peristiwa santet menyantet sangat santer dipenghujung tahun 90an dan kerap kali diakhiri dengan aksi penghakiman secara massal kepada terdakwa tukang santet sebagaimana diwartakan media massa.

Secara pasti definisi santet saya kurang tau,minimal yang disepakati para pemegang otoritas definisi dalam hal ini para akademisi atau yang dihembuskan oleh media massa, sebab kerap kali siaran berulang akan mempengaruhi definisi dan persfektif kita tentang sesuatu. Namun sejauh pengetahuan saya santet adalah peristiwa magic yang dianggap melibatkan faktor eksternal dalam hal ini makhluk-makhluk material halus,jin dan sejenisnya. Peristiwa santet juga dianggap peristiwa non rasional karena ketidak umumannya. Jika mengambil pemahaman umum dimasyarakat, magic adalah peristiwa tidak masuk akal.

Namun saya dikagetkan dengan penjabaran salah satu ahli fisika dari ITB (Institute Tekhnologi Bandung) yang menjadi bintang tamu di acara @matanajwa itu (maaf saya lupa namanya) bahwa santet adalah peristiwa saintis yang umum dan memenuhi kaedah-kaedah fisikal. Secara gamblang sang nara sumber itu menjabarkan bagaimana santet bekerja dengan penjelasan hukum-hukum fisika. Karena saya sendiri mumet mendengar penjabaran istilah fisikanya maka menjabarkannya lewat tulisan singkat ini hanya akan mereduksi pengetahuan sang professor itu. Intinya santet adalah peristiwa saintis-rasional.

Saya teringat pernyataan singkat sang tokoh liberal Makassar @Prof.DR.Qasim Mathar beberapa tahun lalu bahwa “seiring berkembangnya pengetahuan manusia maka semakin banyak pulalah peristiwa yang dianggap mistis akan terbuka”. Pernyataan ini saya dengar secara langsung pada sebuah seminar di UIN Alauddin Makassar beberapa tahun silam. Pernyataan ini pada akhirnya terbukti dan mulai mendapatkan kebenarannnya,satu persatu seiring berkembangnya pengetahuan manusia.

Sebenarnya hal inipun seiring dengan keyakinan filsafat saya bahwa tidak ada peristiwa non rasional sebagai bukti/hujjah kebesaran Tuhan. Beberapa peristiwa atau mekanisme alam seluruhnya adalah peristiwa empiris jikapun tidak maka peristiwa itu rasional saja. Hanya karena keterbatasan “mendiskripsikan” lah sehingga secara latah sesuatu itu dianggap tidak empiris atau tidak rasional. Mungkin kata yang lebih tepat untuk hal-hal ghaib itu adalah Meta-empiris pada hirarki eksistensi yang lebih tinggi meta-rasional. Tuhan pun bukan wujud nonrasional sebagaimana yang dikatakan orang-orang tapi rasional saja dan ditingkat tertentu mungkin meta-rasional…

 
Leave a comment

Posted by on December 15, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
NUR AMAL

Just another WordPress.com site

Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam

Just another WordPress.com site

Kohati FKG Unhas

Just another WordPress.com site

KOHATI-MAKTIM

Just another WordPress.com site

Kohati Maktim

Just another WordPress.com site

E L E A N O R

Just another WordPress.com site

Rumah Ide...

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: