RSS

Identitas Otentik…

11 Aug

Jika saya bertanya kepada diri saya sendiri tentang identitas seluruhnya yang otentik, maka jawaban saya bisa sangat teoritis dan ideal. Tentu karena ini terkait tentang konsepsi saya tentang realitas internal sebagai manusia dan realitas ekternal yang ada. Masalahnya adalah sejauh mana tingkat keyakinan saya mewujud dalam bentuk tindakan? Jawabannya bisa sangat retoris dan kerapkali menyakitkan, bahwa apa yang saya ketahui jauh berbeda dari tindakan hari-hari. Jika tolak ukur pengetahuan adalah tindakan maka apa yang saya miliki tak layak dikatakan sebagai pengetahuan. Itu satu masalah serius bro!

Beberapa literature tentang fashion menyebutkan bahwa gaya berpakaian merefesentasikan ideology tertentu, ambillah sebuah contoh pada tahun 50-an yang membawa iklim pertumbuhan dan kemakmuran di Amerika yang ikut menghembuskan kebebasan ekspresi individual baru termasuk jenis model rambut baru. Model rambut yang dibentuk menyerupai ekor bebek menjadi sangat populer saat itu. Tokoh-tokoh utama jenis rambut ini adalah Elvis Presley dan Tony Curtis. Setelah itu berlangsunglah era model rambut beatnik look yang dipelopori oleh James Dean dan Marlon Brando. The Hippies yang populer pada tahun 60-an, tidak hanya dikenal berkat gerakan-gerakan protesnya menentang norma-norma seksual yang puritan, etika protestan, gerakan-gerakan mahasiswa menentang perang, anti senjata nuklir, anti masyarakat yang fasis, militeris, birokratis, tidak manusiawi dan tidak natural, tetapi juga mendunia lewat simbol-simbol yang dikenakannya manik-manik, celana jins, kaftan—jubah longgar sepanjang betis—yang pada awalnya merupakan pakaian tradisional Turki, sandal, jaket dan mantel yang dijahit dan disulam sendiri, untuk membedakan mereka dengan golongan orang-orang yang memakai setelan resmi dan berdasi. Kaftan banyak digunakan sebagai pakaian khas orang-orang hippies karena jenis pakaian ini biasanya berharga murah, sehingga tidak berkesan borjuis, dan membebaskan pemakainya dari kungkungan kerah, kancing dan ikat pinggang yang ketat.

Jika anda saksikan remaja (usia maksimal 20 tahun) anda akan melihat mereka lebih fashionistis dibandingkan dengan usia diatasnya atau dibawahnya. Kecendrungan untuk mendefinisikan diri pada serangkaian pakain yang menurut saya “unik” itu sebagai sebuah upaya mendefinisikan “diri sendiri” yang otentik. Otentik sebagai mangsa pasar kapitalisme yang tak meyisakan ruang kontemplasi kebudayaan. Kecendrungan fashion mereka tidak dibangun dari kesadaran ideology yang mereferesentasikan perlawanan tapi lebih pada budaya “ikut-ikutan”.

Memahami struktur tindakan “ikut-ikutan” tentu, pada era ini sangat mudah. Dunia yang mengecil dengan kehadiran globalisasi yang ditandai dengan revolusi informasi membuka ruang bebas bagi lalu lintas segala kebudayaan dan pada sisinya yang dekonstruktif kita hampir-hampir tak memiliki apa-apalagi selain candu “menduplikasi”. Menduplikasi gaya berpikir, gaya berpakaian, makanan, hobi, cita-cita hingga ketitik yang tidak masuk akal sekalipun. Medianya pun beragam lewat media elektronik, idola-idola baru, komunitas dsb.

Memahami alur diatas rasa-rasanya hal inipun terjadi pada diri saya dengan sedikit penyesuain usia,he. Kecendrungan ilmiah dan filosofis tidaklah selalu terbentuk dari fitrah tetapi bisa saja terbentuk karena “ikut-ikutan”. Sehingga apa yang terjadi kerapkali tindakan bukan efek dari pengetahuan yang rumit itu sebab tentu saja segala konsekuensi susahnya akan kita nafikan, cari enaknya saja. Meminjam istilah rekan saya hal ini disebut “keretakan epistemology”. Namun jika kita bicara mendingan maka tentu ini akan lebih baik sebab kebudayaan luhur kita pun dibentuk dari pengikut-pengikut yang setia. Pertanyaannya siapa yang mesti diikuti dan setia pada siapa?

 
Leave a comment

Posted by on August 11, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
NUR AMAL

Just another WordPress.com site

Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam

Just another WordPress.com site

Kohati FKG Unhas

Just another WordPress.com site

KOHATI-MAKTIM

Just another WordPress.com site

Kohati Maktim

Just another WordPress.com site

E L E A N O R

Just another WordPress.com site

Rumah Ide...

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: