RSS

Mesir dan Mursi…..

 Image

“Mursi, bayi demokrasi yang tak diinginkan”, begitu kata Anas Urbaningrum. Ini ada benarnya bila menilik kejadian yang menimpa Mursi, yang juga menimpa Anas.

Anas Urbaningrumg, terpilih menjadi ketua umum dari proses demokrasi yang digulirkan. Namun kemudian diturunkan dengan tekanan sprindik KPK dan pengambil alihan oleh Dewan Tinggi partai Demokrat.

Mursi, terpilih menjadi presiden dengan proses demokrasi yang fair dengan suara hampir 55 persen. Begitu juga pada saat referendum undang-undang, Mursi didukung oleh 60% suara rakyat. Namun kemudian dilengserkan hanya dengan pidato petinggi militer mesir.

Awalnya, keduanya kurang diperhitungan dalam konstelasi bursa calon pemimpin. Namun, justru kenyataanya mereka terpilih menjadi pemimpin.

Keduanya, bayi demokrasi yang tidak diinginkan oleh para “Invisible hand” yang bersembunyi dibalik kemeriahan demokrasi. Para invisible hand sudah punya calon-calon yang mereka inginkan namun public justru berreaksi berbeda.

Maka tidak ada cara yang paling mudah untuk mengembalikan kehendak invisible hand kecuali merampasnya atas nama penyelamatan.
Kasus Mursi
Mursi, awalnya dia hanyalah calon cadangan dari partai Partai Kebebasan dan Keadilan. Sedangkan calon kuatnya yaitu Khairat al-Shatir, yang memiliki pendukung sangat banyak dan berpengaruh, justru dianulir oleh komisi pemilihan umum Mesir.

Maka jadilah Mursi, si anak bawang, yang tidak dikenal oleh masyarakat Mesir untuk menghadapi Jendral Ahmed Safiq, yang sudah dikenal rakyat, cukup berpengaruh di militer, pemerintahan karena mantan pedana mentri dan sangat dekat dengan kroni Mubarak.

Namun apa dikata, di putaran kedua sang Jendral keok oleh Mursi. Lalu kabur ke luar negri karena kasus korupsi.

Upaya penggulingan Mursi sudah sering terjadi. Sejak awal Dewan Militer terlihat tidak mau menyerahkan kepemimpinan ke Mursi. Hal ini terlihat dari molornya penyerahan kekuasaan.

Mahkamah Agung pun membubarkan parlemen hasil sah pemilu. Sehingga pembahasan Undang-Undang Dasar batal. Bagaimana jadinya bila Negara tanpa undang undang ? Bisa kacaulah system kenegaraan.

Lalu Mursi mengeluarkan dekrit untuk mengisi kekosongan undang-undang hingga terbentuknya undang-undang baru. Disinilah demonstrasi besar-besaran terjadi, karena menganggap Mursi otoriter.

Ketika undang-undang selesai dibuat, terjadilah demonstrasi besar-besaran lagi untuk membatalkan undang-undang. Kalau undang-undang tidak ada bagaimana mengelola Negara ? Maka dilakukanlah refererendum, yang hasilnya 60 persen rakyat menerima undang-undang.

Demonstrasi penurunan Mursi yang dirancang dari luar negri pun sering terjadi. Namun semuanya gagal. Namun dengan turun tangannya militer merampas kepemimpinan Mursi sepertinya akan berhasil mengkudeta kekuasaan Mursi.

Mari kita lihat perkembangan Mesir pasca kudeta militer ini

 
Leave a comment

Posted by on July 5, 2013 in Uncategorized

 

Buku ini saya pinjam….

Beberapa saat yang lalu secara tidak serius saya membaca sebuah buku yang tergeletak begitu saja di lantai ruang BEM FKG-UH. Tanpa sadar saya telah melewatkan puluhan halaman dan pun telah melewatkan waktu bercengkrama secara serius bersama beberapa adik-adik yang juga hadir dalam ruang itu.

pagi hingga sore hari saya bercumbu dengan literatur itu. Helai demi helai kata-kata terasa sangat gurih pada pikiranku. Namun aneh aku tidak mampu menarik benang merah di setiap halaman dan bab-bab yang telah kutelanjangi. Keinginanku masih bertahan hingga akhirnya suara tawa canda yang riuh menghamburkan segala upayaku, membujuk dan sedikit memaksa kepada gelombang otakku memasuki kondisi fokus.

Aku memilih bergabung dengan mereka. Di tengah obrolan, tak henti-hentinya aku berpikir. Apa hal yang ingin disampaikan sang penulis selain ulasan teori sosial klasik hingga postmodernisme itu, Apakah sintesa baru? entahlah.

Saya selalu terinspirasi dengan bahasa seorang nara sumber pada Filsafat-Camp beberapa tahun lalu bahwa ada dua pintu memasuki pengetahuan. Pintu pertama dimasuki oleh orang-orang yang hendak memperkaya istilah. Mereka sibuk mengklarifikasi istilah dan mensistemasi semua unsur yang terkandung dalam sebuah pengetahuan. Hingga akhirnya mereka lupa satu pintu lainnya yang juga menjadi inti dan muara dari semua pengetahuan yaitu hakekat itu sendiri. Niscayanya pengetahuan mengantarkan manusia kepada puncak-puncak makrifah bukan bahkan menjadi tembok pembatas tebal antara diri (ego) nya dengan pemilik pengetahuan itu sendiri.

Sampai saat ini buku itu masih dihadapan saya. Keputusan beranjak pulang sudah bulat. Pikirku, bukankah hujan juga tak terprediksi? saya tidak ingin basah dan sakit kemudian menjadi alasan primer untuk mengabaikan agenda-agenda sekunderku.

Menjelang menulis di dinding ini saya tersadar dengan kebiasaan baikku ketika membuka sebuah literatur, menyimpang kalimat-kalimat saktinya pada file memoriku, membongkar paradigma penulisnya dan akhirnya mencari titik kritik yang membuatku bebas misuh-misuh. Sungguh buku itu menggunakan terlalu banyak istilah baru yang belum sepenuhnya kupahami dan sungguh saya masih berburu pengetahuan tentang istilah. Mungkin dia atau saya yang merayap dipintu pertama? entahlah.

“Buku ini saya pinjam” Kalimat yang telah kupersiapkan untuk hari esok…

 
Leave a comment

Posted by on April 5, 2013 in cuap-cuap

 

pengetahuan sesaat…

Beberapa pekan yang lalu secara sekilas menyaksikan siaran @matanajwa di @metroTV. Walau sekilas namun saya sempat menangkap pembicaraan intinya tentang dunia santet. Entah apa yang melatar belakangi pilihan topik itu, apakah ada peristiwa aktual yang berhubungan dunia santet atau hanya mebincang ulang karena peristiwa santet menyantet sangat santer dipenghujung tahun 90an dan kerap kali diakhiri dengan aksi penghakiman secara massal kepada terdakwa tukang santet sebagaimana diwartakan media massa.

Secara pasti definisi santet saya kurang tau,minimal yang disepakati para pemegang otoritas definisi dalam hal ini para akademisi atau yang dihembuskan oleh media massa, sebab kerap kali siaran berulang akan mempengaruhi definisi dan persfektif kita tentang sesuatu. Namun sejauh pengetahuan saya santet adalah peristiwa magic yang dianggap melibatkan faktor eksternal dalam hal ini makhluk-makhluk material halus,jin dan sejenisnya. Peristiwa santet juga dianggap peristiwa non rasional karena ketidak umumannya. Jika mengambil pemahaman umum dimasyarakat, magic adalah peristiwa tidak masuk akal.

Namun saya dikagetkan dengan penjabaran salah satu ahli fisika dari ITB (Institute Tekhnologi Bandung) yang menjadi bintang tamu di acara @matanajwa itu (maaf saya lupa namanya) bahwa santet adalah peristiwa saintis yang umum dan memenuhi kaedah-kaedah fisikal. Secara gamblang sang nara sumber itu menjabarkan bagaimana santet bekerja dengan penjelasan hukum-hukum fisika. Karena saya sendiri mumet mendengar penjabaran istilah fisikanya maka menjabarkannya lewat tulisan singkat ini hanya akan mereduksi pengetahuan sang professor itu. Intinya santet adalah peristiwa saintis-rasional.

Saya teringat pernyataan singkat sang tokoh liberal Makassar @Prof.DR.Qasim Mathar beberapa tahun lalu bahwa “seiring berkembangnya pengetahuan manusia maka semakin banyak pulalah peristiwa yang dianggap mistis akan terbuka”. Pernyataan ini saya dengar secara langsung pada sebuah seminar di UIN Alauddin Makassar beberapa tahun silam. Pernyataan ini pada akhirnya terbukti dan mulai mendapatkan kebenarannnya,satu persatu seiring berkembangnya pengetahuan manusia.

Sebenarnya hal inipun seiring dengan keyakinan filsafat saya bahwa tidak ada peristiwa non rasional sebagai bukti/hujjah kebesaran Tuhan. Beberapa peristiwa atau mekanisme alam seluruhnya adalah peristiwa empiris jikapun tidak maka peristiwa itu rasional saja. Hanya karena keterbatasan “mendiskripsikan” lah sehingga secara latah sesuatu itu dianggap tidak empiris atau tidak rasional. Mungkin kata yang lebih tepat untuk hal-hal ghaib itu adalah Meta-empiris pada hirarki eksistensi yang lebih tinggi meta-rasional. Tuhan pun bukan wujud nonrasional sebagaimana yang dikatakan orang-orang tapi rasional saja dan ditingkat tertentu mungkin meta-rasional…

 
Leave a comment

Posted by on December 15, 2012 in Uncategorized

 

Om Google”

Dihadapan sebuah laptop yang telah dilengkapi fasilitas modem unlimited dengan wajah serius jari jemarinya lihai memainkan mouse dan keyboard. Kelihatannya dia tidak mengetik tapi hanya memainkan dua gaya, blok dan control C + control V. Dengan wajah memelas dia berucap “makalahku dicoret-coret oleh steering bahkan ada yang disobek kanda”. Dengan garuk-garuk kepala yang mungkin saja tidak gatal dia beranjak mengambil beberapa buah literatur dari perpustakaan sekertariat, dihempaskannya sambil bernafas panjang…aaahhh. Dia bermaksud memeperbaiki makalah yang telah disusun dengan mencantumkan beberapa referensi didaftar pustaka yang telah dicoret-coret dan pinggir bawah yang tersobek.

Rupanya oleh steering dia diperintahkan memperbaiki kembali makalah yang telah beberapa hari ini dia susun dengan keringat dan air mata bersama om google. Demikian kami menyebutnya “om google” sebagian menyebutnya “google subhana wataala” namun saya lebih senang mengejeknya dengan sebutan “google yang maha tahu”. Pasalnya hampir semua tugas ke makalahan berujung pada tindakan “searching in google” tidak peduli apakah makalah ditugas mata kuliah atau training lanjutan di organisasi mahasiswa yang mengisyaratkan makalah dengan tema yang telah ditentukan sebagai prasyarat kelulusan menjadi peserta, sebagaiamana yang dialami oleh rekan-adinda saya diatas.

Fasilitas dunia maya, hasil revolusi informasi ternyata tak selamanya positif sebagaimana yang didengungkan para pengiklannya. Media televisi kerap kali menayangkan iklan betapa pentingnya internet masuk desa bahkan setiap lembaga pendidikan mecantumkan fasiilitas kemodernannya dengan tulisan “wi-fi gratis” dibrosur promosinya. Sadarkah mereka tentang dampak instant yang mematikan ini? atau apa akalnya telah termakan mentah-mentah oleh propoganda kemajuan yang seolah niscaya?

Siang itu saya membayangkan jutaan orang yang berselancar didunia google akan mendapatkan penjelasan serupa pada kata yang sama. Jika mengetik kata “Tuhan” maka semua orang dibelahan bumi indonesia akan mendapatkan penjelasan serupa tentang Tuhan. Pada skala yang lebih luas kita bisa menggunakan bahasa inggris dan ratusan juta orang didunia akan mendapatkan penjelasan yang serupa. Betapa ini petaka didunia pengetahuan. Kebenaran telah terdefinisikan secara tunggal oleh om google dan hampir dipastikan dampak dari ini adalah kemalasan khususnya mahasiswa untuk menelaah lebih jauh tema-tema tertentu pada literatur buku atau jurnal yang lebih serius.

Fasilitas internet yang tidak disertai kedewasaan sikap yang semestinya menjadi tanggung jawab lembaga pemerintah dan pendidikan dikemudian hari akan berbuah petaka manusia instant. Manusia instant yang struktur pengetahuannya tidak lagi dibangun dari perenungan mendalam terhadap segala hal tapi sesuai keinginan satu perusahaan yang telah menuai untung tak terbatas karena memanfaatkan “kebodohan” manusia. Betapa globalisasi dengan revolusi komunikasinya bukan ladang yang subur untuk menjaga identitas pengetahuan,agama dan budaya yang heterogen.

“Sepanjang kuartal II 2012 Pendapatan Google dari hasil iklan internet meningkat sekitar 35% dan berhasil mendapatkan keuntungan sekitar 12,21 Milyar US Dollar atau sekitar 116 trilyun Rupiah dibandingkan tahun lalu pendapatan tahun ini meningkat” demikian info dari salah satu web hasil searcing saya di GOOGLE YANG MAHA TAHU”. Untuk informasi seperti ini tentu tidak perlu perenungan yang serius.

 
Leave a comment

Posted by on August 24, 2012 in Uncategorized

 

Identitas Otentik…

Jika saya bertanya kepada diri saya sendiri tentang identitas seluruhnya yang otentik, maka jawaban saya bisa sangat teoritis dan ideal. Tentu karena ini terkait tentang konsepsi saya tentang realitas internal sebagai manusia dan realitas ekternal yang ada. Masalahnya adalah sejauh mana tingkat keyakinan saya mewujud dalam bentuk tindakan? Jawabannya bisa sangat retoris dan kerapkali menyakitkan, bahwa apa yang saya ketahui jauh berbeda dari tindakan hari-hari. Jika tolak ukur pengetahuan adalah tindakan maka apa yang saya miliki tak layak dikatakan sebagai pengetahuan. Itu satu masalah serius bro!

Beberapa literature tentang fashion menyebutkan bahwa gaya berpakaian merefesentasikan ideology tertentu, ambillah sebuah contoh pada tahun 50-an yang membawa iklim pertumbuhan dan kemakmuran di Amerika yang ikut menghembuskan kebebasan ekspresi individual baru termasuk jenis model rambut baru. Model rambut yang dibentuk menyerupai ekor bebek menjadi sangat populer saat itu. Tokoh-tokoh utama jenis rambut ini adalah Elvis Presley dan Tony Curtis. Setelah itu berlangsunglah era model rambut beatnik look yang dipelopori oleh James Dean dan Marlon Brando. The Hippies yang populer pada tahun 60-an, tidak hanya dikenal berkat gerakan-gerakan protesnya menentang norma-norma seksual yang puritan, etika protestan, gerakan-gerakan mahasiswa menentang perang, anti senjata nuklir, anti masyarakat yang fasis, militeris, birokratis, tidak manusiawi dan tidak natural, tetapi juga mendunia lewat simbol-simbol yang dikenakannya manik-manik, celana jins, kaftan—jubah longgar sepanjang betis—yang pada awalnya merupakan pakaian tradisional Turki, sandal, jaket dan mantel yang dijahit dan disulam sendiri, untuk membedakan mereka dengan golongan orang-orang yang memakai setelan resmi dan berdasi. Kaftan banyak digunakan sebagai pakaian khas orang-orang hippies karena jenis pakaian ini biasanya berharga murah, sehingga tidak berkesan borjuis, dan membebaskan pemakainya dari kungkungan kerah, kancing dan ikat pinggang yang ketat.

Jika anda saksikan remaja (usia maksimal 20 tahun) anda akan melihat mereka lebih fashionistis dibandingkan dengan usia diatasnya atau dibawahnya. Kecendrungan untuk mendefinisikan diri pada serangkaian pakain yang menurut saya “unik” itu sebagai sebuah upaya mendefinisikan “diri sendiri” yang otentik. Otentik sebagai mangsa pasar kapitalisme yang tak meyisakan ruang kontemplasi kebudayaan. Kecendrungan fashion mereka tidak dibangun dari kesadaran ideology yang mereferesentasikan perlawanan tapi lebih pada budaya “ikut-ikutan”.

Memahami struktur tindakan “ikut-ikutan” tentu, pada era ini sangat mudah. Dunia yang mengecil dengan kehadiran globalisasi yang ditandai dengan revolusi informasi membuka ruang bebas bagi lalu lintas segala kebudayaan dan pada sisinya yang dekonstruktif kita hampir-hampir tak memiliki apa-apalagi selain candu “menduplikasi”. Menduplikasi gaya berpikir, gaya berpakaian, makanan, hobi, cita-cita hingga ketitik yang tidak masuk akal sekalipun. Medianya pun beragam lewat media elektronik, idola-idola baru, komunitas dsb.

Memahami alur diatas rasa-rasanya hal inipun terjadi pada diri saya dengan sedikit penyesuain usia,he. Kecendrungan ilmiah dan filosofis tidaklah selalu terbentuk dari fitrah tetapi bisa saja terbentuk karena “ikut-ikutan”. Sehingga apa yang terjadi kerapkali tindakan bukan efek dari pengetahuan yang rumit itu sebab tentu saja segala konsekuensi susahnya akan kita nafikan, cari enaknya saja. Meminjam istilah rekan saya hal ini disebut “keretakan epistemology”. Namun jika kita bicara mendingan maka tentu ini akan lebih baik sebab kebudayaan luhur kita pun dibentuk dari pengikut-pengikut yang setia. Pertanyaannya siapa yang mesti diikuti dan setia pada siapa?

 
Leave a comment

Posted by on August 11, 2012 in Uncategorized

 

MARI BERPUASA….


“Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertaqwa”
(Al Baqarah [2]: 183).


Ramadhan telah datang! Seluruh Kaum Muslimin bergembira ria menyambut kedatangan bulan mulia, bulan yang penuh dengan pahala dan ganjaran. “Telah berfirman Allah ‘Azza wa Jalla: Semua amalan manusia adalah untuk dirinya, kecuali puasa. Maka itu adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberinya ganjaran” (HR. Ahmad, Muslim dan Nasa’i).

Maka akan merugi bagi siapa saja yang menyia-nyiakan bulan suci ini, bulan Ramadhan. Bulan yang ditegakkan shiyam (puasa) di dalamnya.

I. Arti Puasa.

Puasa atau shiyam, arti secara lughatan (bahasa) adalah “menahan”. Sedangkan arti secara istilah berarti menahan diri dari segala apa yang membatalkan puasa, semenjak terbit fajar sampai terbenam matahari, dengan disertai niat.

II. Hukum Puasa.

Hukum puasa Ramadhan adalah fardu ‘ain (wajib atas setiap pribadi Muslim), sebagaimana firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang ebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertaqwa” (Al Baqarah [2]: 183).

Ada salah seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku puasa yang diwajibkan Allah atas diriku!” Jawab Rasulullah SAW, “Puasa Ramadhan”. Kemudian laki-laki itu bertanya, “Apakah ada lagi yang wajib bagiku?” Jawab Nabi SAW, “Tidak! Kecuali kalau kamu berpuasa sunat” (Hadits dari Thalhah bin Ubaidilah).Ummat Islam telah ijma’ atau sepakat atas wajibnya puasa Ramadhan, sehingga bagi mereka yang mengingkarinya berarti kafir atau murtad.

III. Siapa Yang Wajib Berpuasa

1. Muslim atau Muslimah, sehingga bagi orang Non Muslim tidak wajib untuk berpuasa.

2. Baligh, untuk laki-laki ditandai dengan ihtilam (mimpi basah) dan untuk wanita ditandai dengan keluarnya darah haidh.

Bagi anak-anak tidak wajib untuk berpuasa, tetapi akan lebih baik kalau sudah dibiasakan sejak dini. Demikian itulah yang dilakukan para shahabat. “…Maka setelah itu kamipun berpuasalah, dan kami suruh anak-anak kami yang masih kecil untuk berpuasa. Kami bawa mereka ke masjid dan kami buatkan mereka semacam alat permainan dari bulu domba. Maka jika ada diantara mereka yang menangis minta makan, kami berilah ia alat permainan itu. Demikianlah berlangsung sampai dekat waktu berbuka” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Berakal sehat. Puasa tidak wajib bagi orang gila dan orang yang tidak sadarkan diri (pingsan atau koma).

4. Sehat. Tidak wajib berpuasa bagi mereka yang sakit atau orang yang sudah tua renta.

5. Menetap, sehingga bagi mereka yang bepergian tidak diwajibkan memikul kewajiban berpuasa.

 “…Karena itu, barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu…” (Al Baqarah [2]: 185).

Bahwa Hamzah bin Amru Al Aslamy pernah bertanya (kepada Nabi SAW), “Saya mendapati pada diri saya kekuatan untuk berpuasa dalam safar (bepergian), apakah saya bersalah (bila berpuasa)?”.
Maka Rasulullah SAW menjawab: “Ia adalah rukhsah (keringanan) dari Allah Ta’ala. Karena itu, siapa saja yang mengerjakannya maka itu baik. Dan barangsiapa ingin berpuasa, maka tidak mengapa” (HR. Muslim).

6. Bagi wanita, harus suci dari haidh dan nifas.

IV. Rukun Puasa

1. Berniat. Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang sebelum fajar tidak membulatkan niatnya untuk berpuasa, maka tidak sah puasanya” (HR. Ahmad).Tidak ada keterangan dari Rasulullah SAW bagaimana lafadz niat berpuasa, yang terpenting dari niat adalah kebulatan hati hendak mengerjakan suatu amalan.

2. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Firman Allah Ta’ala: “… Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam…” (Al Baqarah [2]: 187).

Ayat di atas merupakan bagian dari rangkaian ayat yang berisi perintah bagi orang-orang yang beriman untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Sedangkan yang dimaksud dengan benang putih dari benang hitam adalah sebagaimana penjelasan Rasululah SAW “…maksudnya ialah gelapnya malam dan terangnya siang…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari sini bisa difahami bahwa puasa dikatakan sah atau tidak batal apabila seseorang menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat membatalkan puasa, dimulai dari terbit fajar dan berakhir saat terbenamnya matahari.

 

V. Yang Membatalkan Puasa

  • wajib untuk diqadha

– Makan dan minum dengan sengaja.

Apabila seseorang makan dan minum di tengah-tengah dia berpuasa dan dalam keadaan lupa, maka tidak wajib baginya untuk mengqadha (mengganti) puasanya di hari yang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang lupa, padahal ia berpuasa, lalu ia makan atau minum, maka hendaklah dilanjutkan puasanya. Karena bahwasanya ia diberi makan dan minum oleh Allah” (HR. Jama’ah).

– Muntah dengan sengaja.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa didesak oleh muntah, ia tidak wajib mengqadha. Akan tetapi barangsiapa yang menyengaja muntah, hendaklah ia mengqadha” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).

– Mengeluarkan mani atau sperma dengan sengaja

– Memasukkan bahan yang bukan makanan ke dalam perut melalui jalan biasa (pencernaan makanan).

– Haidh dan Nifas

– Meniatkan berbuka

– Mengira telah masuk waktu berbuka kemudian melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Seperti makan, minum, bersetubuh dan lain-lain.

  • Wajib untuk diqadha sekaligus membayar kifarat

Bersetubuh

 

VI. Adab Berpuasa

Mengakhirkan Makan Sahur.

Makan sahur merupakan perintah dari Rasulullah SAW dan sudah dianggap terpenuhi walaupun hanya dengan minum seteguk air. “Bersahur itu berkah, maka janganlah kamu tinggalkan walau seseorang diantara kamu itu hanya mereguk air. Karena Allah dan para Malaikat-Nya akan mengucapkan shalawat kepada orang-orang yang bersahur” (HR. Ahmad).Waktu makan sahur yang utama adalah yang diakhirkan yaitu kurang lebih limapuluh ayat dari waktu terbit fajar. “Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, lalu kami berdiri untuk melakukan shalat. Saya bertanya: Berapa kira-kira jarak antara keduanya? Jawab Nabi: Limapuluh ayat” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menyegerakan Berbuka.

Rasulullah SAW bersabda: “Selalulah manusia itu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka” (HR. Bukhari dan Muslim).Disunahkan mengawali makan buka dengan buah-buahan manis, seperti kurma. Kalaupun tidak ada kurma bisa diganti dengan minum beberapa teguk air. “Jika salah seorang diantara kamu berpuasa, hendaklah ia berbuka dengan kurma. Dan jika tidak ada, maka dengan air, karena air itu suci” (HR. Ahmad dan Tirmidzi). Diharamkan bagi seorang Muslim untuk berpuasa terus-menerus tanpa berbuka (berwishal). “Janganlah kamu berwishal! Dan barangsiapa yang berkehendak untuk melakukannya maka berwishallah hingga waktu sahur” (HR. Bukhari).

Shalat Tarawih.

Qiyamul Lail (shalat malam) di bulan Ramadhan disebut shalat tarawih. Shalat tarawih ini adalah shalat ma’tsurah (shalat yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW) yang biasa dikerjakan secara berjama’ah di masjid oleh kaum Muslimin setelah shalat Isya’. “Bahwa Rasulullah SAW pada waktu tengah malam di bulan Ramadhan keluar pergi ke masjid, kemudian beliau shalat di sana. Maka orang-orang ramai turut shalat dengan beliau. Pada pagi harinya orang-orang pada memperbincangkan shalat Rasulullah SAW. Akibat nya jama’ah bertambah banyak. Pada esok harinya orang-orang menceritakan kejadian itu. Sehingga pengunjung masjid pada malam yang ketiga itu bertambah terus. Pada malam itu beliau keluar dan orang-orang shalat mengikuti shalat beliau. (Akhirnya) pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jama’ah… hingga Rasulullah SAW keluar mengerjakan shalat shubuh. Setelah selesai shalat fajar, beliau menghadap ke orang banyak kemudian bertasyahud dan berkata: Amma ba’du! Sesungguhnya saya tahu tempat duduk kalian. Tetapi, saya khawatir shalat tarawih itu diwajibkan atas kalian, lalu kalian tidak sanggup engerjakannya”.

Murah Hati dan Mempelajari Al Qur’an.

“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan sifat kedermawanannya itu lebih menonjol pada bulan Ramadhan, yakni ketika ia ditemui oleh Jibril. Biasanya Jibril menemuinya pada setiap malam bulan Ramadhan, dibawanya mempelajari Al Qur’an. Maka Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin yang bertiup” (HR. Bukahri).

Giat beribadah pada sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan

“Bahwa Nabi SAW bila telah masuk puluhan terakhir dari bulan Ramadhan, diramaikannya waktu malam, dibangunkannya keluarga dan diikat erat kain sarungnya” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

VII. Hal-hal Yang Diperbolehkan di Bulan Puasa

– Mimpi Basah

– Siwak atau sikat gigi

– Berenang atau mandi

– Memakai celak atau meneteskan obat ke mata

– Mencium isteri dengan syarat mampu mengendalikan nafsunya.

– Injeksi (Suntikan)

– Berkumur-kumur

– Memasukkan air ke dalam rongga hidung

– Melakukan hal-hal yang tidak mungkin dihindari, seperti menelan air ludah, debu jalanan, selesma dan yang sejenis itu.

– Makan, minum dan melakukan hubungan suami isteri di malam hari hingga terbit fajar

– Masih dalam keadaan junub di waktu Shubuh.

– Bagi para wanita, apabila darah haidh atau nifas telah berhenti sebelum fajar boleh berpuasa walaupun belum melakukan mandi wajib.

Dengan memahami beberapa kaidah berpuasa, semoga puasa kita menjadi amalan yang meningkatkan nilai ketaqwaan. Amiin…

 
Leave a comment

Posted by on July 21, 2012 in Uncategorized

 

tanpa jawaban…

Indonesia membentang luas dari sabang sampai merauke.Mitosnya demikian. Mungkin kelak aku sendiri sudah terlalu lelah untuk ikut mendendangkan ini kepada anak cucuku. Bagi kita semua yang sedikit menaruh harapan perbaikan telah dipenghujung pengharapan, jika saja bukan karena sedikit keyakinan yang tersisa bahwa berputus asa pada semua hal itu keburukan maka sebagian besar penduduk Indonesia yang masih berpikir telah mati perlahan dirundung duka karena keputus asaan. Melalui media, dibeberapa tempat, seorang anak kecil yang rela menggantung dirinya karena tidak mampu membayar tunggakan sekolahnya, seorang ibu yang rela menyewakan anak bayinya untuk dijadikan senjata memelas ketika mengemis di trotoar jalan, sebagian ibu rela menjual anaknya bahkan membunuhnya karena dililit kemiskinan. Hal ini bukan hanya keputus asaan individual dan serta merta dikatakan masalah personalnya saja yang kurang sabar dan tabah karena kejadiannya sudah sangat jamak dan mewabah di seantero negeri, ini kekalutan sosial karena ketimpangan sistemik. Tanpa pikir panjang kita menyalahkan negara. Namun masalahnya bukan hanya berhenti disini sebab menyalahkan saja belumlah cukup. Lantas apa yang semestinya kita lakukan?. Jawabannya tentu bukan sekedar buaian retorika para politikus dan belum usai di simposium seminar yang megah oleh para ahli, apalagi mengharap jawaban ditulisan pendek ini.

 
Leave a comment

Posted by on July 9, 2012 in Uncategorized

 
 
NUR AMAL

Just another WordPress.com site

Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam

Just another WordPress.com site

Kohati FKG Unhas

Just another WordPress.com site

KOHATI-MAKTIM

Just another WordPress.com site

Kohati Maktim

Just another WordPress.com site

E L E A N O R

Just another WordPress.com site

Rumah Ide...

Just another WordPress.com site